Jumat, 13 Juli 2012 - 11:05:47 WIB
Cara Menanam / Budidaya Tanaman Temulawak
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Tanaman dan Lingkungan - Dibaca: 412 kali

Membaca diharian online terkemuka yang mengatakan Temulawak dipatenkan negara lain yaitu Amerika saya sempat kaget juga, padahal ditempat tersebut jarang ditemukan tumbuhan temulawak ini. Lalu mengapa dapat dipatenkan? secara logika tentu hal ini tidak serta merta secara tiba-tiba saja terjadi bukan? Pasti ada proses yang menyebabkan orang tertarik sehingga mematenkan suatu benda apalagi benda tersebut kaya akan manfaat. Mungkin saja mereka sudah bertahun-tahun lamanya melakukan penelitian.

Kali ini P2N mencoba mengcopas Tongue out tentang cara menanam temulawak diambil dari situs lestarimandiri.org semoga kita semakin mencintai tanaman asli Indonesia bukan hanya untuk pelestarian tapi juga untuk penghijauan, apotik hidup dan kesegaran lingkungan disekitar rumah kita.

Kegunaan utama rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah sebagai bahan baku obat, karena dapat merangsang sekresi empedu dan pankreas. Sebagai obat fitofarmaka, temulawak bermanfaat untuk mengobati penyakit saluran pencernaan, kelainan hati, kandung empedu, pankreas, usus halus, tekanan darah tinggi, kontraksi usus, TBC, sariawan, dan dapat dipergunakan sebagai tonikum. Secara tradisional, banyak digunakan untuk mengobati diare, disentri, wasir, bengkak karena infeksi, eksim, cacar, jerawat, sakit kuning, sembelit, kurang nafsu makan, kejang-kejang, radang lambung, kencing darah, ayan, dan kurang darah.

 


Kebutuhan simplisia temulawak sebagai bahan baku obat tradisional di Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2003 menduduki peringkat pertama dilihat dari jumlah serapan industri obat tradisional. Banyaknya ragam manfaat temulawak baik untuk obat tradisional maupun fitofarmaka karena rimpangnya mengandung protein, pati, zat warna kuning kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kimia minyak atsirinya antara lain, feladren, kamfer, turmerol, tolilmetilkarbinol, ar-kurkumen, zingiberen, kuzerenon, germakron, ?-tumeron dan xanthorizol yang mempunyai kandungan tertinggi (40 %).


Persyaratan Tumbuh

Tumbuh baik pada jenis tanah latosol, andosol, podsolik dan regosol. Tanah bebas dari penyakit layu bakteri, ketinggian tempat 100 – 1500 m dpl, dengan curah hujan 1500 – 4000 mm/th.


Bahan Tanaman

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh liar dibawah tegakan jati. Saat ini sudah mulai dibudidayakan secara terbatas dan diantara populasi tersebut potensi produksi dan mutunya beragam. Balittro telah mempunai 10 nomor harapan temulawak yang berpotensi produksi (20 - 40 ton/ha), kadar minyak atsiri (6,2 – 10,6 %), kadar kurkumin (2,0 – 3,3 %). Bahan tanaman untuk benih harus tepat dan jelas nama jenis, varietas dan asal usulnya. Temulawak termasuk tanaman berbatang basah, tingginya dapat mencapai 2,5 m, bunganya berwarna putih kemerah-merahan atau kuning, bertangkai panjangnya 1,5 - 3 cm, berkelompok 3 sampai 4 buah. Tumbuhan ini tumbuh subur pada tanah yang gembur, dan termasuk jenis temu-temuan yang sering

berbunga. Bunganya langsung keluar dari rimpang dengan bunga berwarna merah, kelopak hijau muda, pangkal bunga bagian atas berwarna ungu. Bagian yang dipanen dan dipergunakan adalah rimpang yang beraroma tajam dengan daging rimpang berwarna kuning tua sampai jingga. Panen dapat dilakukan pada umur 7 – 12 bulan setelah tanam atau daun telah menguning dan gugur. Sebagai bahan tanaman untuk benih digunakan tanaman yang sehat berumur 12 bulan.


Pembenihan

Untuk benih bisa menggunakan rimpang induk dan anak rimpang. Apabila digunakan rimpang induk maka hanya seperempat bagian (satu rimpang induk dibelah menjadi empat bagian membujur) untuk satu lubang tanam. Sedang apabila menggunakan anak rimpang ukuran benihnya 20 – 40 g/potong. Sebelum ditanam benih ditumbuhkan dahulu sampai mata tunasnya tumbuh dengan tinggi 0,5 - 1 cm, sehingga dapat diperoleh tanaman yang seragam.


Budidaya

Penerapan teknologi budidaya yang mengacu kepada SPO yang dimulai dari pemilihan jenis, varietas unggul/harapan, lingkungan tumbuh, pembenihan, pengolahan lahan, cara tanam, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, cara panen dan pengolahan pasca panen akan menghasilkan bahan baku yang bermutu tinggi dan terstandar. Sebaiknya tanam dilakukan pada awal musim hujan.


Persiapan lahan

Tanah diolah agar menjadi gembur, diupayakan agar drainase sebaik mungkin, sehingga tidak terjadi penggenangan air pada lahan, oleh karena itu perlu dibuat parit-parit pemisah petak. Ukuran petak lebar 2,5 – 4 m dengan panjang petak disesuaikan dengan kondisi di lapangan.


Jarak tanam

Jarak tanam temulawak bervariasi antara, 50 x 50 cm, 50 x 60 cm atau 60 x 60 cm, pada sistem budidaya monokultur. Apabila tanaman akan ditanam secara pola tumpang sari dengan tanaman sisipan kacang tanah, maka jarak tanamnya 75 x 50 cm.


Pola tanam

Tanaman ini bisa ditanam dengan pola tumpangsari dengan kacang tanah, menggunakan jarak tanam antar baris lebih lebar yaitu 75 cm dan jarak dalam barisan 50 cm. Tanaman kacang tanah ditanam bersamaan dengan menanam temulawak, pada umur 3 - 4 BST kacang tanah sudah dapat dipanen. Tumpang sari dengan kacang tanah dapat menambah kesuburan tanah khususnya dapat menambah unsur N tanah.


Pemupukan

Pupuk kandang 10 – 20 ton/ha sebagai pupuk dasar diberikan pada saat tanam. Kalao memang perlu 3 – 4 bulan setelah tanam diberi pupuk kandang lagi 10 -20 ton/ha


Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan, untuk menghindari adanya kompetisi perolehan zat hara dengan gulma dan menjaga kelembaban, suhu serta kegemburan tanah. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaruhi saluran drainase pemisah petak, tanah dinaikkan ke petak-petak tanam, biasanya dilakukan setelah selesai penyiangan.


Pengendalian organisme pengganggu tanaman

Jarang terjadi serangan hama dan penyakit. Namun untuk menghindari munculnya serangan perlu diantisipasi dengan cara pencegahan. Tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit busuk rimpang yang disebabkan Ralstonia solanacearum, dilakukan dengan penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (perendaman dengan antibiotik), menghindari pelukaan (menaburkan abu sekam dipermukaan rimpang), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat, inspeksi kebun secara rutin.

 

Umur Panen

Panen yang tepat berdasarkan umur tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, yaitu pada umur 10 – 12 bulan setelah tanam, biasanya daun mulai luruh atau mengering. Dapat pula dipanen pada umur 20 – 24 bulan.

Cara Panen

Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang secara keseluruhan.


Pasca Panen (Pembersihan/pencucian)

Rimpang hasil panen dicuci dari tanah dan kotoran, kemudian dikering anginkan sampai kulit rimpangnya tidak basah lagi.


Perajangan Rimpang

Setelah itu, rimpang diiris membujur dengan ketebalan 2 – 3 mm.


Pengeringan Simplisia

Rajangan rimpang dijemur dengan menggunakan energi matahari diberi alas yang bersih, atau bisa dengan pengering oven dengan suhu 40 – 60o C, hingga mencapai kadar air 9 – 10 %.

Sumber: lestarimandiri.org




34 Komentar :

Raspberry Ketones
25 Januari 2014 - 17:22:40 WIB

Good day..! Ikutan nimbrung gan biar banyak temen..
Ocella Birth Control
06 Februari 2014 - 10:09:55 WIB

Super keren mang site-nya..!!
Prozac Side Effects
11 Februari 2014 - 15:11:59 WIB

Saya senang dengan adanya informasi di website ini..
Filing For Disability
14 Februari 2014 - 14:01:21 WIB

Selalu berusaha untuk perbaiki semua kekurangan kita.
Sizegenetics Extender
15 Februari 2014 - 07:53:45 WIB

Tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan.
Life Insurance For Over 50
19 Februari 2014 - 11:05:03 WIB

thanks ya gan telah menghadirkan berita berita yg penuh ilmu..
Private Medical Insurance Quotes
19 Februari 2014 - 17:31:01 WIB

Bisa mendapat banyak info dan ilmu.
Garcinia Extract
21 Februari 2014 - 10:10:15 WIB

terimakasih telah berbagi ilmu dan informasi ..
Risperdal Litigation
23 Februari 2014 - 14:23:31 WIB

Terus semangat, terus update beritanya gan.
Gold IRA
26 Februari 2014 - 22:45:09 WIB

Artikelnya sangat berbobot..
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 4 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)